Rabu, 20 April 2016

Perkembangan Komputer



Komputer menjadi suatu alat yang berkembang dari masa ke masa. Pada awalnya komputer merupakan sebuah alat hitung mekanis. Komputer mekanis diawali dengan penemuan kalkulator roda numerik oleh Blaise Pascal pada tahun 1642. Kalkulator ini digunakan sebagai alat hitung bilangan berbasis sepuluh. Para ahli mengatakan bahwa Blaise Pascal adalah orang yang berjasa karena menemukan ide untuk komputer digital. 

Selanjutnya komputer terus dikembangkan untuk kebutuhan manusia. Pada tahun 1946, komputer generasi pertama tercipta dalam bentuk tabung hampa. Komputer ini berukuran besar dan banyak menyerap daya listrik. Salah satu contohnya adalah UNIVAC (Universal Automatic Computer). UNIVAC  digunakan oleh Biro Sensus Amerika Serikat untuk menghitung sensus penduduk. Seperti halnya komputer generasi pertama, komputer generasi berikutnya dikembangkan. Komputer generasi ke 2, 3, dan 4 yang diciptakan semakin efisien dan canggih. Komputer generasi keempat adalah micro computer yang telah dipasarkan ke masyarakat luas. Sehingga saat ini, komputer tersebut  digunakan untuk banyak pekerjaan. Selain itu, komputer generasi kelima terus dikembangkan menjadi komputer masa depan. Dengan demikian, komputer akan terus berkembang setiap generasinya. 
 

Selasa, 22 Maret 2016

Pengertian Komputer



Komputer  merupakan  sebuah alat elektronik  untuk memproses.
         s               p                           o                                k 
Komputer  dipakai untuk memproses  data  yang telah dirumuskan.
         s                          p                         o                   k
Para ahli  menghitung  rumus aritmatika  didalam komputer.
         s               p                      o                           k
Pekerjaan menggunakan komputer  akan menghasilkan  sebuah data  yang diperlukan.
                       s                                               p                            o                     k
Untuk  menghasilkan  data  tersebut, 

Kita  harus memasukan rumus   agar komputer dapat melakukan pemrosesan.
   s                       p             o                                      k
Proses akan berjalan  ketika  rumus  yang dimasukan  bernilai benar.
                k                                 s                   p                        o
Ketika  rumus  yang dimasukan  bernilai salah  maka  proses tidak akan berjalan.
                 s                    p                        o                                         k

Kita  dapat menyimpan  hasil dari proses  di dalam media penyimpanan.
   s                   p                           o                                    k
Setelah  disimpan,

Hasil proses dari komputer tersebut dapat dicetak atau ditampilkan sebagai laporan
         s                              o                                        p                                    k

Ibu pergi ke pasar




Ibu  pergi bersama  adik  ke pasar
  s             p               o          k
Di pasaribu  melihat ada banyak  penjual daging ayam.
       k         s                   p                             o                    

Para Pedagang  menawarkan  daging ayam  dengan harga murah
           s                      p                      o                         k
Ibu  membeli  daging ayam  sebanyak dua kilogram. Setelah  itu, 
  s         p                 o                          k
ibu  berbelanja  sayuran dan bahan makanan lainnya  di tempat berikutnya
  s          p                                     o                                             k
ketika ibu selesai berbelanja,

ayah  datang menjemput  ibu dan adik  untuk pulang ke rumah
  s                    p                        o                         k
sesampainya  di  rumah,

ayah  membawa  barang-barang  yang di beli ibu dari pasar
   s            p                    o                                  k
Ibu  menyiapkan  bahan makanan  untuk dimasak
  s            p                     o                        k
Saat malam tiba, 

ibu  memasak  ayam panggang dan sayur kangkung  untuk makan malam
 s           p                                   o                                             k
Ketika  makan malam, kakak telah kembali ke rumah

Mereka  makan malam  bersama keluarga  di rumah.
     s                 p                      o                       k

Minggu, 13 September 2015

Renungan : Jan Koum



Jan Koum, pendiri  WhatsApp, lahir dan besar di pinggiran kota Kiev, Ukraina, dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”. Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratapkan langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin. Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dengan  tunjangan kesehatan seadanya. Koum hampir tidak lulus dari sebuah SMA di Mission Viejo, California, lalu koum kuliah di San Jose University sambil bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young.

Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Pada tahun 1997, Jan Koum dipekerjakan oleh Google sebagai teknisi infrastruktur. Ia pun bertemu dan berteman akrab dengan Brian Acton saat bekerja di Ernst & Young. Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima sebagai engineer di Yahoo, dan bekerja disana selama 10 tahun. Setelah resign dari Yahoo, keduanya sempat melamar ke facebook yang tengah menanjak popularitasnya itu, namun ditolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal menolak lamaran mereka.

Pada bulan Januari 2009, Koum membeli Iphone dan menyadari bahwa App Store yang saat itu berusia tujuh bulan akan menggebrak industri aplikasi dunia. Ia mengunjungi  temannya, Alex Fishman, dan keduanya berdiskusi selama beberapa jam seputar aplikasi koum di rumah Fishman. Pada hari ulang tahunnya 24 februari 2009, ia mendirikan WhatsApp Inc. di California. Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dolar AS atau sekitar Rp. 224 triliun, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana Ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antri untuk mendapat jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antri. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang. Pelan-pelan air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.

Ia lalu mengenang ibunya yang sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak..”. Jan Koum tercenung.

Rasul Paulus pernah mengemukakan bahwa hidup setiap orang percaya adalah lebih dari pemenang (Roma 8:37). Kata “Pemenang” dalam bahasa Yunani adalah “Nikon”, yaitu seorang yang oleh kasih karunia Allah yang diterimannya melalui iman kepada Yesus Kristus telah mengalami kelahiran kembali (regenerasi) dan tinggal tetap di dalam kemenangan atas dosa, dunia dan iblis. Maka jangan pernah lelah untuk hadir dan berjuang dalam kasih karunia-Nya sebab diujung perjuangan itu selalu ada KEMENANGAN.

Sabtu, 12 September 2015

Renungan : Pelayan yang Baik Hati




Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang lelaki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis  untuk mendapatkan tempat bermalam.
“Dapatkah anda memberi kami sebuah kamar disini?” tanya sang suami.
Sang Pelayan, seorang laki-laki ramah dengan senyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota. “Semua kamar kami telah penuh”, pelayan berkata. “Tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya? Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur malam Ini.”

Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. “Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja”, kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju. Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki-laki tua itu berkata pada sang pelayan, “Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda.” Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. Mereka bertiga tertawa. Saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh sesuuatu yang langka, menemukan seorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah suatu hal yang mudah.

Dua tahun berlalu. Sang pelayan hampir melupakan kejadian itu ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut. Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket pulang pergi ke New York, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi pasangan tua tersebut. Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York, dan membawa dia ke sudut  Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah disana, sebuah istana dengan batu kemerahan, dengan menara yang menjulang ke langit. “Itu,”kata laki-laki tua, “adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk engkau kelola”.

“Anda Pasti sedang bergurau,” jawab laki-laki muda. “Saya jamin, saya tidak,” kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar. Nama laki-laki Tua itu adalah Wiliam Waldorf Astor, dan struktur bangunan hotel megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel.

Laki-laki muda itu yang kemudian menjadi manager pertama adalah George C. Boldt. Pelayan muda ini tidak pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling bergengsi di dunia.

Pelajarannya adalah ; Perlakukanlah semua orang dengan kasih, kemurahan dan hormat, dan anda tidak akan gagal. “Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar diantara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.” (Lukas 22:26)